IHSG meroket Naik 1,04% & Rekomendasi Saham Hari ini

IHSG meroket naik

IHSG meroket naik kembali

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket sebesar 1,04% di level 6.071.496 pada perdagangan senin sesi I. pasalnya Minggu kemarin IHSG sempat anjlok sekitar 2,31% pada level 6.023,28, karena adanya mutasi virus baru serta lonjakan kasus Covid-19 berbagai Negara.

Paska libur Natal, IHSG diproyeksi akan bergerak menguat pada senin (28/12/2020). Pagi ini dibuka dengan IHSG menguat di level 6.057.000, kemudian bergerak turun ke level terendah 5.979.905 dan berbalik dan sempat menyentuh level tertinggi sebesar 6.080.862. 

Pekan lalu, pasar saham berada dibawah tekanan jual akibat kekhawatiran atas mutasi Covid-19 yang dapat menyebar cepat, dan dilaprkan pertama kali di inggris. Hali ini mendorong banyak Negara diseluruh Negara diseluruh dunia menutup akses perjalanan dari inggris. 

Akan tetapi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim mutasinya tidak lebih bahasa dari virus flu dan Sars- Cov-2. Vaksin Pfizer, BioN Tech dan moderna, yang mendadpatkan otoritasi penggunaan darurat Amerika bulan ini, disebut efektif dalam mencegah varian virus corona tersebut. Hal itu akan menurunkan kekhawatiran pelaku pasar untuk risiko varian baru Covid-19.

IHSG meroket

Mengutip data RTI, semua sector kembali menguat. Sector yang naik paling tinggi yaitu sector perkebunan meroket 3,71%, sector Industri dasar meroket 1,32%, sector keuangan naik 124%, sector manufaktur bertambah 1,20% dan sketor perdagangan tumbuh 1,12%.

Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 14,87 miliar dengan nilai transaksi Rp. 9,80 triliun. Sebanyak 279 saham kembali menguat, 193 saham merosot dan 145 saham stagnan.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dipasar spot mengawali pekan ini dengan melanjutkan kenaikan. 

Melnsir Bloomberg pada pukul 09.24 WIB rupiah berada pada level Rp. 14.165 per dollar As, menguat 0,25 persen disbanding penutupan sebelumnya Rp. 14.200 per dollar AS. 

Dikutip dari Ariston Analis sekaligus Kepalaa riset Monex Investindo, Asriston Tjendra “Rupiah hari ini bisa menguat (terbatas) karena harga asset berisiko terlihat positif, munculnya optimism dirilisnya stimulus fiscal baru AS dan tercapainya kesehatan Brexit”

Sementara dari dalam negri, tingginya kasus Covid-19 juga bisa memicu pengetatan aktivias ekonomi yang akan berdampak pada pergerakan rupiah yang tertahan. 

Indeks Berpotensi Tertekan

Pergerakan indeks membentuk pola long leg candlestick dengan optimism pasar yang masih terlihat cukup besar. Namun indicator berkata bearish dimana stckhastic mengkonfirmasi dead crops dan bergerak pada momentum bearish dari indicator ESI dan MACD (Mocing Average) yang mulai bergerak negative setelah Cross Over pada area kemahalan, sehingga ssecara teknikal IHSG berpotensi kembali mengalami terkanan.

Saham pilihan 

BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk)

AALI (Astra Agro Lestari Tbk) 

BBCA (Bank Central Asia Tbk)

BBTN ( Bank Tabungan Negara (Persero) 

BMRI (Bank Mandiri (Persero) Tbk)

Peningatan Kasus Covid 

IHSG diprediksi menguat terbatas. Secara teknikal pelemahan jangka pendek memasuki area (jenuh jual) ssehingga ada potensi rebound jangka pendek. Investor masih cukup khawatir akan semakin banyaknya kasus Covid-19 di berbagai Negara termasuk di Indonesia. 

Saham pilihan :

DMAS (Puradelta Lestari Tbk)

IRAA (Itama Ranoraya)

MIKA (Mitra Keluarga KaryaSehat Tbk)

BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk)

Untuk kedepannya kemungkin bisa bertambah lagi berdasarkan hasil penelitian yang saya lakukan tapi memang tidaklah menjamin, maka kita harus terus pantau secara berkala perkembangan saham saham Indonesia untuk mengetahui saham mana saja yang harus kita investasikan

Praditha Nindya
Seorang Accounting, yang suka menulis