Free Fire Adalah Game Burik Tapi Laris, Berikut Ini Adalah 5 Alasannya

game burik

Free Fire Adalah Game Burik?

Pada 2017 dunia game digemparkan dengan genre battleground atau battle royal yang dipopulerkan oleh PUBG yang merupakan game asal Korea Selatan. Sejak saat itu banyak game lainnya yang meniru konsep PUBG yaitu banyak pemain yang turun di arena secara bersamaan dan mengalahkan satu sama lain hingga tersisa satu pemenang.

Salah satu yang mengusung konsep serupa adalah Free Fire yang dirilis untuk Android dan iOS pada September 2017. Saat itu langsung diserbu oleh para pemain karena bisa bermain seperti gameplaynya PUBG di PC. Free Fire sendiri dikembangkan oleh 111 Studio dan dipublish oleh Garena yang juga sebagai publisher Arena of Valor di beberapa negara.

PUBG Mobile baru dirilis pada 2018 dan juga menuai kesuksesan, akan tetapi harus bersaing dengan Free Fire yang sudah rilis duluan. PUBG Mobile memiliki grafik yang lebih baik dari Free Fire tapi di Indonesia dan beberapa negara lainnya justru Free Fire sangat laris dan banyak dimainkan. Kenapa?

Padahal dari segi grafik dan gameplay, PUBG Mobile PUBG lebih unggul. Di PUBG Mobile para pemain bisa langsung terjun dengan 99 pemain lainnya alias total 100 orang. Sementara itu Free Fire pemainnya lebih sedikit, hanya 60 pemain dan mapnya lebih kecil. Dari gerakan atau gestur karakter, Free Fire juga lebih kaku dibandingkan dengan PUBG.

Ada beberapa alasan kenapa Garena Free Fire bisa jadi laris manis di Indonesia dengan penggunanya yang mencapai jutaan. Berikut ini adalah beberapa alasannya.

game burik

Lebih disukai oleh Anak-anak atau bocah

Mayoritas para pemain Free Fire adalah anak di bawah umur atau mereka yang masih bersekolah. Mereka lebih menyukai durasi permainan yang singkat dan juga dengan nuansa grafik yang cerah dan warna warni. Para pemain pro Free Fire di Indonesia pun mereka masih sangat muda. Jika dibandingkan dengan PUBG Mobile, masih ada beberapa pro player-nya yang sudah berusia dewasa.

Size Yang Lebih Kecil (Ciri Khas Game Burik)

File aplikasi Free Fire di Android hanya sebesar 600 MB, bandingkan dengan PUBG Mobile yang hampir tiga kali lipatnya. Para gamer anak-anak yang belum bisa membeli kuota dari uang sendiri jelas lebih memilih Free Fire yang bisa menghemat kuota mereka. Selain hemat kuota, Free Fire juga tidak memakan storage yang banyak sehingga cocok diinstal di hape yang sering dimiliki oleh anak-anak dengan storage yang terbatas.

Cocok Untuk Hape Kentang Sejati

PUBG Mobile setidaknya dibutuhkan hape dengan RAM 4GB dan chipset kelas menengah ke atas agar bisa dimainkan dengan nyaman. Hape seperti itu cukup sulit untuk dimiliki anak-anak yang belum bsia membeli hape spek tinggi dengan uang sendiri. Jadi ya mereka bisa memainkan alternatif lainnya yaitu Free Fire yang ramah untuk hape dengan spek kentang sejati yaitu RAM 2GB bahkan untuk chipset kelas bawah sekalipun, Free Fire bisa dimainkan dengan lancar.

Gameplay Yang Lebih Singkat

Free Fire tidak seperti PUBG Mobile yang punya durasi gameplay sekali main hingga late game bisa mencapai tiga puluh menitan. Free Fire hanya berdurasi sekitar setengahnya saja dan itupun dengan map yang tidak terlalu luas. Mungkin setara dengan map Sanhok di PUBG. Dengan demikian, para pemain Free Fire bisa menghemat waktu tanpa harus berlama-lama dalam permainan untuk bisa menang. Kalau yang tiap orang berbeda pendapat. Ada yang suka cepat, ada yang suka lambat.

Selera Warga Negara Berflower

Selera video game di negara berkembang seperti Indonesia dan juga negara berflower lainnya memang sering nyeleneh. Jika selera negara maju adalah game konsol AAA maka di negara berkembang adalah game gratisan dengan grafik yang alakadarnya. Contoh adalah Mobile Legends, game ini kurang populer di dunia tapi sangat populer di Indonesia. Dan tentu saja Free Fire juga demikian. Pewdiepie saja kebingungan saat melihat cuplikan gameplay Free Fire di Youtube.