Menelusuri Sejarah Acara Pencarian Bakat di Indonesia, Manakah Yang Paling Sukses?

pencarian bakat

Acara Pencarian Bakat di Indonesia, Manakah Yang Paling Sukses?

Acara pencarian bakat. Apa yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar kalimat tersebut? Kebanyakan pasti sebuah program tv pencarian bakat menyanyi seperti Indonesian Idol karena itu yang paling umum.

Pencarian bakat atau dalam bahasa Inggris disebut talent search adalah salah satu tema acara televisi yang menghadirkan perlombaan antar pesertanya dalam suatu bidang entah itu menyanyi, memasak, menari, bakat unik, dan masih banyak lagi. Di Indonesia sendiri pencarian bakat sejarahnya bisa dilihat dari awal yaitu acara Asia Bagus yang tenar di era 1990an.

Asia Bagus sendiri sebenarnya bukanlah pencarian bakat asli dari Indonesia melainkan hasil kreasi Fuji TV yang bekerjasama dengan beberapa stasiun TV di Asia termasuk Indonesia. Bagi pembaca generasi Z yang tidak tahu Asia Bagus, program ini adalah program pencarian bakat menyanyi antar negara Asia yang terkenal di era 90an. Acara ini mempertemukan kontestan dari berbagai negara Asia dan Indonesia menjadi salah satu negara yang sering diunggulkan.

Siapa penyanyi Indonesia tersukses yang merupakan alumni Asia Bagus? Dia adalah Krisdayanti. Dulu ibu kandung Aurel Hermansyah ini sangat berprestasi di ajang Asia Bagus yang kemudian karirnya gemilang di kancah musik tanah air. Selain itu penyanyi Indonesia jebolan Asia Bagus lainnya adalah Rio Febrian, Dewi Gita, dll. Program Asia Bagus berakhir pada 2000 setelah berjalan 8 tahun.

Memasuki masa reformasi di Indonesia, pertelevisian Indonesia mulai lebih berwarna tanpa adanya pengekangan berunsur politik walaupun nantinya akan diatur oleh KPI. Pada masa itu sudah banyak pencarian bakat yang sukses di Amerika Serikat namun Indosiar dengan langkah berani membuat program Akademi Fantasi Indosiar (AFI).

AFI dianggap menjadi pionir pencarian bakat di Indonesia sekaligus menjadi yang pertama sukses besar. Saat itu ratingnya tinggi dan digemari masyarakat. AFI musim pertama dilangsungkan pada tahun 2003 dan langsung menyedot perhatian publik kala itu. Format satu orang tereleminasi setiap Minggu saat itu masih dianggap baru dan merupakan sesuatu yang seru. Ingat bagaimana Adi Nugroho sebagai host di akhir acara akan menyeret koper dan menyebutkan nama kontestan yang harus tereliminasi?

Melihat kesuksesan AFI, RCTI nampaknya tak mau kalah. Mereka lantas membeli lisensi Idol yang sudah sukses besar di Amerika Serikat. Indonesian Idol musim pertama digelar pada 2004. Hasilnya? Sangat sukses dan fenomenal!

Konsep audisi yang menarik membuat orang Indonesia langsung menyukai Indonesian Idol saat pertama kali tayang. Kontes menyanyi ini lantas dicap sebagai kontes bakat menyanyi terbesar di Indonesia dan jumlah orang yang mengikuti audisinya pun setiap musimnya selalu membludak. Telah banyak jebolan Indonesian Idol yang sukses berkarir di blantika musik Indonesia.

Di tahun yang sama, 2004. TPI (sekarang MNCTV) menggelar Kontes Dangdut TPI (KDI) program ini bisa disebut sebagai Indonesian Idol versi dangdut. KDI juga sukses besar dan berhasil menaikan musik dangdut ke puncak popularitas.

Pada tahun 2005, TPI kembali membuat terobosan dengan menggelar Audisi Pelawak TPI (API). Melalui acara inilah Sutisna atau yang lebih kita kenal dengan Sule mulai dikenal masyarakat. Musim pertama API menuai kesuksesan dan melambungkan nama Sule yang saat itu tergabung dengan grup lawak SOS dan menjadi juara. Oh iya, Rina Nose juga merupakan alumni API musim ketiga.

Karena kesuksesan beberapa pencarian bakat itulah kemudian acara lain dengan tema bermunculan mulai dari yang berhasil hingga yang kurang laku.

Pada 2007 Indosiar sempat menggelar Mamamia Show dengan konsep yang cukup unik yaitu kontes menyanyi para remaja putri yang managernya adalah ibu mereka. Musim pertama cukup sukses namun sayang musim-musim berikutnya tidak terlalu berhasil.