Black Mirror Adalah Serial Original Terbaik di Netflix dengan Temanya yang Gila

66BlackMirrorNosedive

Black Mirror adalah salah satu series terbaik di Netflix

Memang harus diakui jika Netflix sekarang adalah platform streaming video digital berbayar yang paling digandrungi di seluruh dunia termasuk di Indonesia karena di sini banyak sekali serial yang berkualitas.

Walupun Disney+ sudah meluncur resmi di Indonesia dengan harga yang lebih murah, tapi tampaknya Netflix tetap punya pelanggan yang loyal dan tak mau berpindah. Itu karena Netflix mempunyai jumlah serial original yang jauh lebih banyak dan beberapa di antaranya berhasil mencetak hits.

Masing-masing orang punya berbagai alasan kenapa memutuskan berlangganan Netflix. Mulai dari karena banyak judul drama Korea, anime, hingga berbagai serial yang menjadi pembicaraan banyak orang seperti Strangers Things, Kingdom, Money Heist, The Crown, Ozark, 13 Reason Why, dan masih banyak lagi.

Series Netflix Terfavorit

black mirror netflix

Namun dari sekian banyak serial original Netflix yang berkualitas, menurut saya yang terbaik adalah Black Mirror. Sebuah series kumpulan cerita bergenre fiksi ilmiah yang menceritakan tentang sisi gelap teknologi. Setiap episodenya tidak berhubungan dengan episode yang lain sehingga berdiri sendiri dan membuat penonton bisa menonton episodenya secara acak.

Serial Black Mirror sendiri berasal dari Inggris dan dibesut oleh Charlie Broker. Season pertamanya tayang pada tahun 2011 yang lalu dan mendapatkan respon positif. Saat artikel ini ditulis, Black Mirror sudah berjumlah 5 musim dengan total 22 episode.

Yang membuat saya tertarik dengan Black Mirror adalah bertema dunia teknologi yang sangat terkait dengan kehidupan kita saat ini. Setiap menonton episodenya, akan selalu ada sensasi tersendiri setelah menontonnya. Bahkan ada beberapa episode yang mempunyai plot twist yang membuat penonton mind blowing.

Episode pertama berjudul National Anthem. Mengisahkan putri kerajaan Inggris yang diculik lalu si penculik menyiarkan tayangan di Youtube kalau korban ingin selamat maka sang Perdana Menteri harus bersetubuh dengan seekor babi dan menyiarkannya ke seluruh dunia. Gila bukan? Itu baru episode pertama.

Episode yang paling saya suka adalah berjudul Shut up and Dance yaitu episode ketiga dari musim ketiga. Episode ini terasa sangat horor dan mencekam walaupun bukan bergenre horor. Itu karena episode yang satu ini mengambil tema di masa sekarang dan mungkin bisa saja terjadi di dunia nyata.

Dalam episode Shut up and Dance diceritakan seorang remaja laki-laki bernama Kenny. Suatu hari laptop Kenny terkena virus dan dia menginstal anti-virus. Ternyata anti-virus tersebut mengandung program jahat berupa mengakses web cam tanpa izin. Kenny gilanya melakukan aktivitas masturbasi di depan laptopnya, mungkin sambil menonton video. Ternyata sang hacker telah mengambil video tersebut dan kemudian memeras Kenny.

Ngerinya, Kenny mau melakukan apapun yang diperintahkan hacker itu termasuk membunuh orang. Inilah salah satu episode yang membuat saya parno terhadap teknologi. Dalam episode ini penonton disadarkan betapa murahnya harga sebuah privasi. Apakah kita yakin selama ini privasi kita di internet terjaga? Dalam episode tersebut juga kita diberi peringatan untuk jangan melakukan hal bodoh di internet.

Masih ada lagi episode Black Mirror yang menurut saya sangat menarik. Yaitu berjudul USS Callister yang sekilas memparodikan serial televisi Star Trek. Dalam episode ini diceritakan dunia masa depan yang tak disebutkan waktunya di mana video game telah sangat canggih. Robert Daly seorang programmer berbakat di perusahaan game ternama adalah seorang yang cupu dan penyendiri serta tak dihargai oleh rekan kerjanya.

Dia melampiaskan kekesalan melalui permainan virtual bernama USS Callister di mana dalam permainan tersebut terdapat “salinan” dari jiwa dan raga rekan-rekan kerjanya dan mereka menjadi anak buah Daly. Cara agar bisa demikian adalah dengan mengambil sampel DNA manusia di dunia nyata dan menyalinnya ke file di game. Maka kesadaran manusia yang diambil DNA-nya akan tersalin di game. Episode ini menggambarkan manusia yang payah di dunia nyata dan hanya bisa membully di sosmed.

Tentu saja masih banyak lagi episode lainnya yang lebih gila. Beberapa di antaranya ada Hated in The Nation yang menggambarkan netizen yang senang membully. Nosedive, episode yang menceritakan dunia di mana kasta manusia ditentukan rating bintang layaknya driver ojol atau aplikasi di Play Store. Episode tersebut menyindir kehidupan sosial media yang penuh dengan tuntutan dan kepalsuan.

Ada episode spesial berjudul White Christmast yang berisikan beberapa cerita dan inilah yang memiliki twist ending paling gila dan sulit untuk ditebak.

Sekali lagi dari sekian banyak serial original Netflix, Black Mirror adalah yang terbaik. Tema dan ceritanya sangat dekat dengan kehidupan kita yaitu efek negatif teknologi. Kita semua hidup tak terlepas dari teknologi bukan?